Senin, 25 Desember 2023

Uzlah bersama Ustadz Abu Sangkan di SC Indonesia

Uzlah bersama Ustadz Abu Sangkan di SC Indonesia dilaksanakan di Jatibening, Bekasi, Jakarta Indonesia, sebagai bagian upaya diri menuju ilahi. Shalat Center Tulungagung menghadirkan 9 orang dalam kegiatan ini.

Beberapa foto kegiatan










Minggu, 13 Agustus 2023

Halaqah Perdana SC Tulungagung

Setelah mengalami masa pandemi selama 2 tahun, akhirnya Allah memberikan kesempatan untuk merengkuh kerinduan para sahabat khusuyu' di Tulungagung dalam majlis ilmu. Pada kesempatan perdana ini di awali kajian Al Khusuyu` fi Shalat yang menghadirkan Ustadz Zubaitul Ulum dan Ustadz Agus Mustaqim.


Semoga diistiqomahkan dalam jalan ilmu sehingga dapat menerapkan dalam shalat dan kehidupan sehari-hari.

Kajian ini akan dilakukan setiap Ahad Legi di Mushola Sidratul Muntaha, Kedungwaru Tulungagung

Selain itu kajian dapat diikuti pada:

Facebook:  SC Tulungagung

Youtube: sctulungagung

Tiktok : sctulungagung


Sabtu, 24 September 2022

Musyawarah Perdana Yayasan

Yayasan Shalat Center Tulungagung didirikan dengan Akte Notaris Fariz Firdaus, S.H., S.T., M.Kn Nomor: 12 Tahun 2022 dan Nomor AHU-0015941.AH.01.04 Tahun 2022 tertanggal 25 Juli 2022.

Dusun Trimulyo, RT 01, RW 08, No 20,  Desa Ngujang, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung 66229

Web: https://sctulungagung.blogspot.com/ Email: sctulungagung@gmail.com



Musyawarah Perdana Yayasan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 September 2022 bertempat di Mushola Sidratul Muntaha, Kedungwaru. Adapun kesimpulan dari musyawarah tersebut adalah:
  1. Alhamdulillah musyawarah perdana dapat terlaksana dengan kehadiran 9 dari 22 orang yang diundang, ketidakhadiran beberapa orang telah disampaikan melalui grup, ada juga yang tidak menyampaikan.
  2. Pelaksanaan kegiatan seperti uraian diatas dilakukan mengikuti situasi juga dapat dilakukan melalui organ yang telah ada.
  3. Organ inti telah termaktub dalam SK Kemenkumham sementara organ pada bidang dan program perlu ditetapkan dengan SK Yayasan
  4. Malam Kamis (28 September 2022) Jadwal RH Kras, direncanakan untuk dapatnya diikuti full tim sekaligus sosialisasi keberadaan Yayasan. Titik kumpul keberangakan di Toko Helwa dan Hijab Kedungwaru.
Foto Kegiatan








Sabtu, 28 Mei 2022

Silaturahim YSCT Part1

Bertempat di D'Cangkir Jeli Karangrejo, bersilaturahim kembali sahabat khusyuk dari rumah halaqah bersama Ustad Ulum dan H. Sumarsono, agenda ini dimaksudkan merangkai kembali hubungan yang lebih akrab. Dalam pertemuan ini dibahas untuk melanjutkan kembali pembelajaran mengenai shalat. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memulainya dimana diperlukan kesamaan niat, visi dan misi sehingga masing-masing dapat menjalankan dengan penuh keikhlasan. 

Kamis, 30 April 2020

Kisah Rasulullah Bagian (11)

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
Halimah

Ketika Halimah dan Harits kembali ke rombongan, mereka melihat semua kawan mereka telah mendapatkan bayi untuk dibawa pulang dan disusui.

Melihat itu, Halimah berkata kepada suaminya,
"Demi Allah, aku tak ingin mereka melihatku pulang tanpa membawa bayi. Demi Allah, aku akan pergi kepada anak yatim itu dan mengambilnya."

"Tidak salah kalau engkau mau melakukannya. Semoga Allah memberi kita keberkahan melalui anak yatim tersebut."

Akhirnya Halimah dan suaminya kembali menemui Aminah dan membawa Muhammad ke dusun mereka. Aminah melepas bayinya itu dengan perasaan lega bercampur sedih. Lega karena akhirnya ada yang mengasuh Muhammad, sedih karena harus berpisah dengannya selama dua tahun ke depan.

"Pergilah, Nak. Ibu menunggumu di sini," bisik Aminah dengan pipi yang hangat dialiri air mata.

Tatkala menggendong Muhammad, Halimah keheranan, "Aku tidak merasa repot membawanya, seakan-akan tidak bertambah beban."

Kemudian, Halimah menyusui Muhammad.

"Lihat, bayi ini menyusu dengan lahap," kata Halimah kepada suaminya.

Setelah menyusui Muhammad, Halimah menyusui bayinya sendiri. Bayi itu juga menyusu dengan lahap. Setelah itu, Muhammad dan bayi Halimah tertidur dengan lelap.

"Anak kita tidur dengan lelap," bisik Halimah kepada suaminya, "padahal, sebelumnya kita hampir tidak bisa tidur karena ia rewel terus sepanjang malam."

Malam itu, keduanya bertambah heran karena unta tua mereka ternyata kini menghasilkan susu.

"Engkau tahu, Halimah. Sebelum ini unta tua kita tidak menghasilkan susu setetes pun," gumam Harits.

Suami istri itu meminum air susu unta sampai kenyang.

"Malam ini benar-benar malam yang indah, " kata Halimah kepada Harits, "bayi kita tertidur lelap dan kita pun bisa beristirahat dengan perut kenyang."

"Demi Allah, tahukah engkau Halimah, engkau telah mengambil anak yang penuh berkah."

"Demi Allah, aku pun berharap demikian."


Kebanggaan Rasulullah

Lingkungan di Bani Sa'ad benar-benar sangat murni. Kelak Rasulullah pun dapat berkata dengan bangga, "Aku adalah keturunan Arab yang paling tulen. Sebab aku anak suku Quraisy yang menyusui di Bani Sa'ad bin Bakr."

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّد

Keberkahan

Keberkahan yang dibawa Muhammad kecil tidak berhenti sampai di situ.
Ketika dalam perjalanan kembali ke dusun Bani Sa'ad, terjadi hal yang mengherankan.

"Suamiku, tidakkah engkau melihat hal yang aneh pada keledai tungganganku?" tanya Halimah.

"Saat kita pergi, keledai ini berjalan pelan sekali," Harits menanggapi, "tetapi, kini ia dapat berjalan cepat seolah tak kenal lelah. Padahal, beban yang dibawanya cukup berat."

Keledai itu berjalan cukup cepat sehingga bisa menyusul dan melewati rombongan wanita Bani Sa'ad lainnya yang telah berjalan lebih dulu.

"Halimah putri Abu Dhu'aibi!" panggil para wanita itu keheranan, "tunggulah kami! Bukankah ini keledai yang engkau tunggangi saat kita pergi?"

"Demi Allah, begitulah," balas Halimah, "ini memang keledaiku yang dulu."

"Demi Allah, keledaimu itu kini bertambah perkasa!"

Ketika tiba di rumah, Halimah dan Harits tambah terkejut.

"Sepetak tanah kita!" bisik Halimah tak percaya.

"Sepetak tanah kita ini jadi begitu hijau dan subur! Padahal, saat kita berangkat, tak ada sepetak tanah pun yang lebih gersang dari ini!"

"Domba-domba juga!" seru Harits, "domba domba kita jadi gemuk dan susunya penuh. Kini kita dapat memerah dan meminum susu mereka setiap hari."

Begitulah keberkahan yang mereka terima selama mengasuh Muhammad. Namun, dua tahun pun berlalu, kini tiba saatnya mengembalikan Muhammad kepada ibunya.
Kisah Rasulullah Bagian