Kamis, 28 November 2013

Hadits Arba'in Ke 6

HADITS KEENAM عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ [رواه البخاري ومسلم] Terjemah hadits / ترجمة الحديث : Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim) Catatan : · Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya. Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث : 1. Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat . 2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram. 3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar. 4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik. 5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati. 6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan. 7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana. 8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pondok Ramadhan di PSM Rejotangan

Pada 29 Juli 2013 SC Tulungagung melakukan kegiatan Pelatihan Shalat Khusyu' dalam rangka Pondok Ramadhan di PSM Rejotangan diikuti oleh siswa MTs  putra dan putri sebanyak 300 orang.


Selanjutnya pada tanggal 31 Juli 2013 dilanjutkan untuk kelas 4,5 dan 6 yang diikuti oleh 100 peserta didik.

Selasa, 23 Juli 2013

Pondok Ramadhan SMPN 2 Tulungagung

Pada hari ini di Masjid Al-Muslimun berlangsung Pondok Ramadhan SMPN 2 Tulungagung, pada kesempatan ini diisi dengan materi "Pelatihan Shalat Khusyu'" oleh Ustadz Zubaitul Ulum selaku Ketua SC Tulungagung. Kegiatan ini diikuti oleh 1000 anak dari Kelas 7-9, dimana hari pertama diikuti oleh 500 anak laki-laki, sedangkan hari kedua diikuti oleh 500 anak perempuan.

Foto Kegiatan: